Antena Horn Sektoral Bidang E

Saturday, April 5, 2014 | | 0 comments

1. Bentuk



Antena horn sektoral bidang-E adalah antena celah (aperture antenna) berbentuk piramida yang mulutnya melebar sejajar dengan arah bidang listrik (E) dengan berbasis saluran pandu gelombang (waveguide). Antena horn sektoral bidang-E yaitu antenna horn berbentuk persegi. Dimensi pelebaran ini dinyatakan dengan b1. Antena ini dicatu oleh saluran pandu gelombang persegi (rectangular waveguide) dengan dimensi penampang a x b (a = panjang penampang; b = lebar penampang). Dimensi dari bidang medan magnet sama dengan panjang penampang saluran pandu gelombang. Antena jenis ini umumnya dioperasikan pada frekuensi gelombang mikro (microwave) di atas 1.000 MHZ. Pengarahan radiasi (directivity) dari antena ini selain tergantung dari dimensi saluran pandu gelombangnya, juga pelebaran mulut horn ke arah medan listrik-nya (jarak dari ‘virtual apex’ ke bidang aperture-nya = R dan panjang pelebaran bidang aperture ke arah medan listrik = B), hingga mencapai akumulasi ‘pase error’ yang domain untuk menghasilkan harga pengarahan radiasi yang optimum.

           



Gambar 1.1  Antena horn sektoral bidang E



 


1.2  Geometri antena horn sektoral bidang E

2.    Karakteristik
                                   
Pola radiasi antena horn
Pola radiasi suatu antena didefinisikan sebagi suatu pernyataan secara grafis yang menggambarkan sifat radiasi suatu antena (pada medan jauh) sebagian fungsi dari arah itu adalah pointing vektor, maka ia disebut sebagai Pola Daya (Power Pattern).
 
Dengan melihat pola radiasinya, antenna Horn digolongkan sebagai antenna directional yang memancar dengan pengarahan.

Pengukuran Gain

Pada pengukuran gain diperlukan antena standar untuk membandingkannya. Sektoral bidang-E sama seperti pengukuran pola radiasi, hasil pengukuran tertinggi akan dibandingkan dengan antena standar. Untuk menghitung gain pada pengukuran dapat menggunakan rumus berikut :
Gt(dB) = Pt(dBm) – Ps(dBm) + Gs(dBi)

Directivity Antena

Directivity suatu antena dapat diperkirakan dengan menggunakan pola radiasi yang dihasilkan pada pengukuran pola radiasi bidang-E dan bidang-H. Sudut tersebut dapat dicari dengan menggunakan gambar pola radiasi. Dengan menandai titik -3dB pada pola radiasi kemudian menarik sudut pada titik tersebut.
Persamaan untuk menghitung directivity dapat menggunakan rumus :

 



dimana :
θH: sudut pada titik setengah daya bidang- H (radian)
θE: sudut pada titik setengah daya bidang-E (radian)

Efisiensi Antena

Perhitungan efisiensi antena dapat dihasilkan dengan membandingkan gain pada antena dan directivity. Persamaan untuk menghitung efisiensi dapat menggunakan rumus
 

3.    Perancangan

Sebagai informasi antena horn ini beroperasi pada frekuensi 2,3 GHz. Disini untuk proses perancangan ini yang pertama kali yang dilakukan adalah merancang dimensi waveguide yaitu dimensi a dan b. Penekanan tersebut adalah memiliki polarisasi ganda yaitu polarisasi linier horizontal dan vertikal. Karena memiliki dua buah polarisasi dimensi a dan b yang sama sehingga menyebabkan karakteristik antara bidang-E dan bidang-H yang hampir sama. Untuk mengetahui berapa besar dimensi a yang di gunakan maka kita melihat tabel yang merupakan standart internasional tentang waveguide.  Di dalam tabel tersebut terdapat dua dimensi yaitu waveguide bagian dalam dan juga bagian luar, itu digunakan bila terdapat dimensi luar dan dalam karena harus di gabung dengan peralatan yang lainnya, jika tidak yang dibutuhkan hanya dimensi dalamnya saja.

Perancangan Dimensi antena Berdasarkan Perhitungan

Untuk mencari nilai dari panjang gelombang maka selanjutnya mencari nilai dari panjang gelombang g (λg) dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
 

Coupling daya terhadap antena ada 2 buah, coupling vertikal dan coupling horisontal, dengan jarak ¼ λg terhadap dinding short circuited. Sedangkan dari coupling daya menuju ke pelebaran mulut antena dengan jarak ½ λg.



Untuk dimensi pelebaran mulut dari pada antena horn membuat dua buah dimensi yang digunakan untuk perbandingan yaitu dengan panjang dari R = 2λ dan R = 3λ. Untuk nilai daripada Ae dan Ah, di karenakan memiliki dua buah polarisasi selain dimensi weveguide a dan b yang sama maka berlaku juga pada Ae dan Ah nilainya juga sama karena karakteristik antara bidang-E dan bidang-H hampir mendekati sama Dimensi pelebaran antena 1 dengan panjang R=2λ. Besarnya panjang R ditunjukkan pada persamaan 3 sebagai berikut: R = 2λ = 26 cm
R = 2λ = 26 cm

Maka akan didapatkan antena horn seperti berikut



 


4.    Aplikasi

Antena horn merupakan antena yang paling banyak dipakai dalam sistem komunikasi gelombang mikro karena mempunyai gain yang tinggi, VSWR yang rendah, lebar pita (bandwidth) yang relatif besar, tidak berat, dan mudah dibuat.
Antena horn digunakan secara luas, diantaranya sebagai elemen penerima untuk radio astronomi, tracking satelit, serta sebagai pencatu pada reflektor antena parabola. Jenis antena horn yang sering dipakai dalam praktek adalah antena horn piramida. Horn dapat dianggap sebagai bumbung (pandu) gelombang yang dibentangkan sehingga gelombang-gelombang di dalam pandu tersebut menyebar menurut suatu orde tertentu dan akan menghasilkan suatu distribusi medan melalui mulut horn sehingga dapat dianggap sebagai sumber radiasi yang menghasilkan distribusi medan melalui suatu luasan tangkap. Amplitudo dan fase medan pada bidang mulut horn tergantung pada jenis dan mode gelombang catu yang masuk ke horn melalui pandu gelombang dan tergantung pada sifat-sifat horn.

READ MORE - Antena Horn Sektoral Bidang E

Algoritma Simetris dan Algoritma Asimetris

Saturday, February 1, 2014 | | 0 comments

Algoritma Simetris


Algoritma simetris (symmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm.



Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
Kelebihan :
•    Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan algoritma asimetrik.
•    Karena kecepatannya yang cukup tinggi, maka dapat digunakan pada sistem real-time

Kelemahan :
•    Untuk tiap pengiriman pesan dengan pengguna yang berbeda dibutuhkan kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci tersebut.
•    Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut “key distribution problem”
Contoh algoritma : TwoFish, Rijndael, DES, AES

Algoritma Asimetris


Algoritma asimetris (asymmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Walau kunci publik telah diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan.



Pada umumnya kunci publik (public key) digunakan sebagai kunci enkripsi sementara kunci privat (private key) digunakan sebagai kunci dekripsi.
Kelebihan :
•    Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik
•    Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit

Kelemahan :
•    Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
•    Untuk   tingkat   keamanan   sama,   kunci   yang   digunakan   lebih   panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.
Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal


READ MORE - Algoritma Simetris dan Algoritma Asimetris

Kriptografi

Thursday, January 30, 2014 | | 0 comments

Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).

Konsep kriptografi sendiri telah lama digunakan oleh manusia misalnya pada peradaban Mesir dan Romawi walau masih sangat sederhana. Prinsip-prinsip yang mendasari kriptografi yakni:
•    Confidelity (kerahasiaan) yaitu layanan agar isi pesan yang dikirimkan tetap rahasia dan tidak diketahui oleh pihak lain (kecuali pihak pengirim, pihak penerima / pihak-pihak memiliki ijin). Umumnya hal ini dilakukan dengan cara membuat suatu algoritma matematis yang mampu mengubah data hingga menjadi sulit untuk dibaca dan dipahami.
•    Data  integrity (keutuhan data) yaitu layanan yang mampu mengenali/mendeteksi adanya manipulasi (penghapusan, pengubahan atau penambahan) data yang tidak sah (oleh pihak lain).
•    Authentication   (keotentikan)   yaitu   layanan   yang   berhubungan   dengan identifikasi. Baik otentikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pengiriman data maupun otentikasi keaslian data/informasi.
•    Non-repudiation (anti-penyangkalan) yaitu layanan yang dapat mencegah suatu pihak untuk menyangkal aksi yang dilakukan sebelumnya (menyangkal bahwa pesan tersebut berasal dirinya).

Berbeda dengan kriptografi klasik yang menitikberatkan kekuatan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan (yang artinya apabila algoritma yang digunakan telah diketahui maka pesan sudah jelas "bocor" dan dapat diketahui isinya oleh siapa saja yang mengetahui algoritma tersebut), kriptografi modern lebih menitikberatkan pada kerahasiaan kunci yang digunakan pada algoritma tersebut (oleh pemakainya) sehingga algoritma tersebut dapat saja disebarkan ke kalangan masyarakat tanpa takut kehilangan kerahasiaan bagi para pemakainya.

Berikut ini adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
•    Plaintext  (M)  adalah pesan yang hendak  dikirimkan  (berisi  data asli).
•    Ciphertext  (C)  adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.
•    Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
•    Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
•    Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.

Kriptografi itu sendiri terdiri dari dua proses utama yakni proses enkripsi dan proses dekripsi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses enkripsi mengubah plaintext menjadi ciphertext (dengan menggunakan kunci tertentu) sehingga isi informasi pada pesan tersebut sukar dimengerti.
READ MORE - Kriptografi

FBI Memburu Teroris Menggunakan Malware

Sunday, December 15, 2013 | | 0 comments

Malware adalah program komputer yang di ciptakan dengan maksud dan tujuan utama mencari kelemahan software. Umumnnya malware di ciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware memang sesuatu hal yang menyebalkan bagi pengguna internet. Lain halnya bagi agen intelejen AS (FBI), yang justru memanfaatkan malware untuk menangkap pelaku teror.

Hal tersebut pernah dilakukan oleh FBI saat memburu pelaku pengancam bom di tahun 2012 bernama Mohammed Arian Far atau mempunyai nama lain Mo. Malware sengaja disusupi untuk melacak dan menangkap si pelaku.

Sebelum melakukan operasinya, FBI menemukan informasi awal tentang Mo yang ternyata menggunakan akun Google. Atas persetujuan hakim, agen FBI menyusup akun Google Voice milik Mo yang diketahui digunakan untuk melakukan ancaman.

Namun, FBI gagal mengejarnya karena Mo menggunakan proxy virtual untuk menutupi alama IP-nya dan alamat lokasi fisiknya tak bisa dikonfirmasi.

Ketika Mo beralih ke account Yahoo, FBI mencapai izin resmi dari hakim federal untuk menjalankan serangan malware pada komputer Mo. Program ini akan men-download saat ia masuk ke akun Yahoonya.

Malware Ini akan menyerang berbagai perangkat lunak pada mesin untuk tujuan akhirnya memastikan lokasi yang tepat dari Mo.
READ MORE - FBI Memburu Teroris Menggunakan Malware

Hacker Curi 2 Juta Akun Jejaring Sosial

Sunday, December 8, 2013 | | 0 comments

Sebagai pengguna jejaring sosial, kita harus tetap waspada terhadap kemanan akun kita. Hal ini karena akun jejaring sosial kita kemungkinan telah menjadi salah satu korban pencurian password oleh hacker.

Lembaga security Trustwave mengatakan bahwa para hacker telah melakukan aksi pencurian nama user beserta password berbagai jenis jejaring sosial. Total terdapat 2 juta kombinasi akun dan password yang berhasil mereka curi. Data yang dicuri oleh hacker tersebut di antaranya adalah akun di Facebook, Google, Twitter serta Yahoo.

Untuk melakukan aksi pencurian password dan akun jejaring sosial, para hacker tersebut menggunakan malware yang telah terinstal di sejumlah komputer. Belum ada informasi sejauh mana penyebaran malware yang mampu melakukan pencurian data jejaring sosial tersebut.

Dari sekian banyak data yang dicuri, paling besar adalah akun Facebook yang mencapai 318 ribu akun. Selanjutnya terdapat 70 ribu akun Google, 60 ribu akun Yahoo serta 22 ribu akun Twitter. Pihak Trustwave pun mengatakan bahwa mereka telah menghubungi perusahaan-perusahaan jejaring sosial tersebut mengenai kemungkinan adanya pencurian akun ini.
READ MORE - Hacker Curi 2 Juta Akun Jejaring Sosial

Silahkan masukkan link anda di sini,, dan jangan lupa pasang link balik